"Dari segi rekomendasi itu jelas-jelas tidak sesuai. Dalam rekomendasi disebutkan komposisi kepengurusan harus memasukkan pengurus yang memiliki kualifikasi mumpuni. Tapi ada beberapa nama yang kita lihat standar-standar saja," kata juru bicara tim sukses Surya Paloh, Ariadi Ahmad, saat dihubungi detikcom, Senin (12/10/2009).
Ariadi mencontohkan masuknya nama Rizal Mallarangeng sebagai Ketua Bidang Pemikiran dan Kajian Kebijakan dan Fuad Mansyur sebagai Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini. Menurut Ariadi, kedua orang itu tidak memiliki kompetensi yang luar biasa.
"Standar-standar aja. Mereka juga tidak diberikan applause di masyarakat," ucap Ariadi.
Padahal, lanjut Ariadi, dalam sidang komisi organisasi di Munas yang membahas hal tersebut, orang-orang Ical juga turut hadir. "Saya nggak tahu itu keteledoran, lupa, atau euforia. Tapi yang jelas hal-hal itu telah dilanggar," tegas Ariadi.
Mengenai tidak masuknya orang-orang dari kubu Paloh ke dalam struktur kepengurusan, Ariadi mengatku mereka tidak mempersoalkannya. Sebab hak menentukan kepengurusan berada di tangan tim formatur yang harus dihargai.
"Formatur mau memasukkan siapa saja harus dihargai. Golkar sudah punya tradisi berdemokrasi. Sekarang perhelatan sudah selesai dan mereka sudah mengekspose. Mereka tinggal memberikan pertanggungjawabannya 5 tahun ke depan," kata Ariadi. (sho/nrl)











































