para korban tragedi kemanusiaan ini. Mereka menyerukan Indonesia damai bebas dari aksi terorisme.
Deklarasi Indonesia damai disampaikan para korban bom se-Indonesia pada peringatan bom Bali di monumen bom Bali, Legian, Kuta, Senin (12/10/2009).
Deklarasi ini dibacakan oleh tiga korban bom, yaitu korban bom Bali 2002
Teolina, korban bom JW Marriot 2003 Febby Firmansah, korban bom Kuningan
2004 Sudirman.
"Kami, korban terorisme bom yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia
menyatakan akan bersatu padu untuk menggalang kekuatan perdamaian sepanjang
masa. Akan senantiasa saling mendukung dan bekerja sama antarsesama
korban terorisme bom," demikian deklarasi Indonesia damai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ini sebagai wujud semua korban bom di Indonesia dalam satu wadah dan saling
mendukung.
Wahyu berharap para korban bom di Indonesia tergabung dalam sebuah organisasi sehingga mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi sehingga mampu hidup mandiri.
(gds/anw)










































