"Enggak lah, semua sudah ada Allah SWT yang mengatur," kata pemilik kos, Ibu Amas, kepada detikcom, Minggu (11/10/2009).
Dikatakan dia, rumah kos miliknya tidak akan ditutup atau diperuntukkan untuk kegiatan lain pasca menjadi sasaran tembak Densus 88, Jumat pekan lalu. Dua orang teroris, Syaifuddin Zuhri dan Syahrir, tewas dalam penggerebekan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Amas, kos yang terletak di Jl Semanggi I, RT 03 RW 3, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten itu sebenarnya baru. Sekitar 10 bulan ini kos tersebut mulai disewakan dengan harga 400-an ribu per kamar.
Hingga kini, Amas mengaku belum bisa masuk untuk melihat-lihat kondisi kosnya pasca penggerebekan. Pihak kepolisian pun belum memastikan perihal ganti rugi atas kerusakan fasilitas kos tersebut.
Amas mengaku telah dimintai keterangan oleh polisi. Dia ditanyai seputar Syaifuddin dan Syahrir yang sudah 3 minggu berada di dalam kosnya.
"Saya sama sekali belum pernah lihat mereka. Belum bayar sudah ngerugiin saja," pungkas Amas kesal. (irw/mei)










































