"Anggodo ngawur. Tidak pernah ada itu," tegas Eddy, yang juga mengaku sebagai sahabat AA kepada detikcom melalui telepon, Minggu (11/10/2009).
Dalam pengakuan di dokumen berisi kronologi peristiwa penyetoran uang itu, Anggodo menyebut pertemuan dengan Eddy dilakukan di Kejagung dengan difasilitasi jaksa IN. Menurut pengakuan Anggodo pula, atas perintah abangnya, dia diminta untuk mengontak Eddy untuk melobi AA dan CMH.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggodo dalam dokumen itu menyebutkan, beberapa kali dia bertemu Eddy dan melakukan tawar menawar soal nilai setoran bagi CMH dan AA. Bahkan Anggodo menyebut akhirnya disepakati untuk kedua pimpinan KPK itu Rp 6 miliar dan Eddy memperoleh Rp 1 miliar.
Bersama Eddy, Anggodo juga mengaku sempat menemui Anggoro di Singapura pada 20 September 2008. Dan pada 10 Oktober, Anggodo, Eddy, dan AA, minus CMH pergi ke Singapura dan bermalam di Mandarin Hotel. Pada 11 Oktober 2008, mereka bertemu di Shangri La Hotel dan membicarakan mengenai uang Rp 6 miliar itu.
Kembali tegas-tegas Eddy menepis pernyataan Anggodo tersebut. Dia menjelaskan bila pertemuan dilakukan untuk mendengar kesaksian Anggoro terkait isu suap di KPK. "Saya ada bukti SMS-nya ke Pak Antasari soal pertemuan itu. Itu Anggodo ngawur, tidak ada permintaan uang," tutup Eddy. (ndr/irw)











































