"Kita akan meminta ganti kepada Koh Hendri, pemilik gudang thinner," katanya saat ditemui di TKP, Minggu (11/10/2009).
Iqbal menyatakan, ketika kebakaran kedua menimpa gudang thinner itu, rumahnya yang bertetangga persis dengan gudang tidak menjadi korban. Hanya asbes dan genteng yang terinjak-injak oleh pemadam kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya sebetulnya sudah mengingatkan pada Koh Hendri atas risiko gudang miliknya yang berada di tengah perkampungan itu. "Kita sudah coba peringatkan, cuma waktu itu mereka bilang, di sini tidak produksi thinner hanya untuk penjualan. Tapi buktinya, kalau siang suka terdengar suara thinner sedang dibuat," cerita Iqbal.
Iqbal dan tetangga lainnya akan mendesak Koh Hendri memindahkan tempat bisnisnya itu. "Karena kalau dibiarkan bisa berulang-ulang lagi kebakaran," ujarnya.
Menurut pantuan detikcom, barang-barang Iqbal seperti TV, dispenser, sofa, tempat tidur, kompor semua hangus terbakar. Demikian juga dengan atap rumah. Kaca juga pecah berantakan. Dinding rumah menghitam bekas dijilat api. Lalu lintas di TKP masih macet.
(nrl/nrl)










































