Kondisi kamar itu diceritakan oleh Harun, mahasiswa UIN jurusan Manajemen Dakwah semester awal. Harun indekos di rumah kos yang sama, di nomor 11. "Kamar 15 ditutup tripleks, di sekitarnya banyak pecahan kaca. Pintunya dipalang kayu," ujar Harun usai turun dari kamarnya sembari membawa barang-barang keperluan sehari-hari, di Jl Semanggi, Ciputat Timur, tangerang Selatan, Minggu (11/10/2009).
Sejak Jumat (9/10/2009) siang, Harun terpaksa mengungsi ke rumah temannya karena rumah kos itu digaris polisi pasca penggerebekan pada tersangka terorisme.
Harun menyatakan, ada bekas tembakan di kamar 15. "Tapi nggak ada bercak darah atau selongsong peluru," ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Diniyati, penghuni kamar 14, yang bertetangga pas dengan kamar yang dihuni tersangka teroris. "Di situ banyak pecahan kaca, tembok juga bolong kena peluru," ujarnya.
(her/nrl)











































