"Selama ini Dulmatin dan Umar Patek memang di sana. Dan yang saya dengar mereka memilih di sana karena musuhnya lebih jelas," kata mantan pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) ini melalui telepon, Minggu (11/10/2009).
Nasir menambahkan, kedua orang yang juga masuk dalam daftar buruan itu melihat Filipina sebagai tempat yang lebih memungkinkan untuk berjuang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dulmatin dan Umar Patek selama ini masuk dalam daftar buruan teroris yang paling dicari. Keduanya memiliki keahlian dalam merakit bom dan mengorganisir kelompok pelaku teror.
(ndr/nrl)











































