Kronologi Rusaknya Komplek Pengungsian di Padang Pariaman

Kronologi Rusaknya Komplek Pengungsian di Padang Pariaman

- detikNews
Minggu, 11 Okt 2009 07:37 WIB
Kronologi Rusaknya Komplek Pengungsian di Padang Pariaman
Jakarta - Maksud ingin menolong, nasib berkata lain. Helikopter AS yang sedianya membawa bahan logistik untuk korban gempa justru merusak rumah-rumah tempat pengungsian. Bagaimana kronologi kejadian tersebut?

Yusuf, salah seorang saksi mata menceritakan, awalnya heli tersebut dijadwalkan tiba di lapangan bola di Sungai Sariak, Kecamatan Tujuh Koto, Kabupaten Padang Pariaman, 9 Oktober kemarin. Helipad semi-permanen juga sudah dibuat oleh beberapa anggota TNI.

"Tapi ditungguin sampai sore dan subuh tadi nggak datang-datang," kata Yusuf yang juga menjabat sebagai penanggung jawab proyek pembuatan beberapa rumah semi-permanen di lapangan tersebut saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siangnya, sekitar pukul 14.52 WIB, heli tersebut akhirnya datang juga. Namun Yusuf mengaku terkejut dengan bunyi serta ukuran heli tersebut.

"Soalnya kita dikasih info itu pesawatnya kecil," jelasnya.

Heli kemudian sempat berputar beberapa kali di udara lalu berusaha mendarat. "Kencang banget suaranya, padahal baru sekitar 20 atau 30 meter, anginnya keras banget," jelas Yusuf.

Beruntung heli tersebut tidak meneruskan pendaratan. Pilot kembali menerbangkannya. "Saya nggak tahu jenisnya, yang jelas besar banget," tambahnya

Proses pendaratan yang tak jadi tersebut menjadi malapetaka. Angin kencang yang ditimbulkan dari baling-baling, merusak sebagian besar bangunan semi-permanen di lapangan tersebut

Tenda-tenda, sekolah serta dapur darurat praktis tidak bisa digunakan lagi. Hal yang sama berlaku untuk meja belajar anak-anak sekolah.

Tidak hanya itu, 8 unit rumah yang sedang dikerjakannya kini juga turut rusak. Beberapa mobil serta motor yang kebetulan diparkir di lapangan tersebut mengalami hal serupa.

Akibat peristiwa ini, empat orang menjadi korban. Salah satunya bahkan harus mendapat perawatan intensif akibatnya kepalanya terbentur benda keras. Bahkan perwakilan AS di Indonesia yang juga sedang menunggu datangnya heli tersebut tidak luput menjadi korban.

Tidak beberapa lama, pihak AS langsung meminta maaf. Mereka juga mengaku akan mengganti seluruh kerusakan yang ditimbulkan heli tersebut. (mok/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini