"Mereka (perwakilan AS) sudah datang ke kita dan minta maaf," kata Yusuf saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/10/2009).
Yusuf adalah penanggung jawab proyek pembangunan beberapa rumah semi permanen yang kebetulan masih dalam tahap proses pengerjaan saat kejadian berlangsung.
Menurut Yusuf, pihak AS mengaku tak mengetahui berapa ukuran serta jenis pesawat yang nantinya akan mendarat di lapangan bola di Sungai Sariak, Kecamatan Tujuh Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Bahkan dua orang perwakilan AS yang juga hadir di lokasi itu juga menjadi korban.
"Mereka katanya nggak tahu kalau yang dikirim ternyata pesawat yang besar," terangnya.
Sebelumnya, heli tersebut rencananya akan menyuplai barang-barang logistik serta peralatan berat untuk membantu korban bencana Gempa. Namun naasnya, belum sempat heli mendarat, tenda-tenda serta dapur darurat milik relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) rusak akibat angin yang ditimbulkan dari baling-balingnya.
(mok/mok)











































