"Kalau saya sih melihat seharusnya ditangkap hidup-hidup. Maknanya untuk membuktikan keterlibatannya," kata putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdurrochim kepada detikcom, Sabtu (10/10/2009).
Abdurrochim menilai Syaifudin dan Syahrir hanyalah mujahid yang khilaf. Mereka mempunyai niat yang tulus untuk memperjuangkan Islam. Hanya saja mereka menempuh cara yang salah.
"Kita tidak setuju dengan cara seperti itu. Masalah teknis ijtihad mereka. Kadang niat tulus juga bisa dikendalikan oleh musuh Islam. Mungkin dalam langkah ada kesalahan strategi saja. Jihad tidak boleh dilakukan di negara aman," jelasnya.
(gus/iy)










































