"Saya merasa senang dan puas atas kematian teroris yang bernama Syaifudin Zuhri itu dan kakaknya yang bernama Syahrir yang sudah merekrut anak saya sebagai bomber JW Marriott," ujar Zulkifli di aula Lapas Paledang, Jl Paledang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2009). Zulkifli berada di balik jeruji besi karena kasus pencurian.
Zulkifli berharap, jangan ada Dani berikutnya yang direkrut teroris sebagai pelaku bom bunuh diri. Dia juga mengimbau para orangtua untuk waspada terhadap pergaulan anak-anaknya sekalipun itu di masjid.
Awalnya, lanjut Zulkifli, dirinya tidak mengetahui kegiatan anaknya di Masjid As-Surur. Dia percaya apa yang dilakukan anaknya di masjid hanya untuk ibadah.
"Ternyata direkrut untuk jadi bomber. Saya sudah susah payah menyekolahkan sampai SMA ternyata anak saya yang dikorbankan untuk bom bunuh diri," papar pria yang mengenakan baju tahanan Lapas Paledang warna biru tua itu.
Dani diduga kuat direkrut oleh Syaifudin Zuhri sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Mariott. Dani dikenal sebagai remaja yang rajib beribadah.
(nik/iy)











































