Syaifudin Zuhri dan Syahrir Tewas, Ancaman Teroris Masih Ada

Syaifudin Zuhri dan Syahrir Tewas, Ancaman Teroris Masih Ada

- detikNews
Sabtu, 10 Okt 2009 06:16 WIB
Syaifudin Zuhri dan Syahrir Tewas, Ancaman Teroris Masih Ada
Jakarta - Ancaman teroris di Indonesia tidak berhenti begitu saja dengan tewasnya Syaifudin Zuhri dan Syahrir dalam penggerebekan yang berlangsung Jumat 9 Oktober kemarin di Ciputat, Tangerang, Banten. Ancaman teroris dianggap masih ada.

"Ancaman masih ada. Karena Upik Lawangga cs belum tertangkap. Ada juga yang kabur ke Filipina seperti Umar pateh, Zulkifli. DPO Palembang, Plumpang, Poso, Jatim kan masih ada dan masih berkeliaran," kata pengamat intelijen Wawan Purwanto dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (9/10/2009) malam.

Namun, menurut Wawan, dalam waktu dekat ini para teroris yang belum tertangkap tersebut masih belum akan melancarkan serangan. Mereka masih menunggu lengahnya aparat kepolisian. "Saat ini gerakannya surut. Kalau aparat kepolisian siaga mereka tiarap," ujar Wawan.

Meski ancaman teroris masih ada, namun gerakannya tidak seganas saat Noordin dan Syaifudin Zuhri masih hidup. Para teroris pun berpikir panjang lantaran kesiagaan kepolisian dalam mengantisipasi ancaman terorisme.

"Tahun ini ditargetkan mereka tertangkap baik hidup maupun mati, sehingga operasi digencarkan. Inilah policy bersama, karena bahaya tersebut masih ada dan mengancam. Sehingga dibutuhkan suatu kebijakan cepat dan menyeluruh tanpa memberikan jeda," papar pria paruh baya ini.

Wawan tidak menampik tertangkapnya dua teroris yang dicari-cari polisi ini merupakan prestasi kepolisian. Sehingga polisi pun layak mendapatkan pujian yang luas dari masyarakat.

"Memang ini prestasi polisi dan aparat secara keseluruhan. Ini menjadi salah satu upaya pemulihan kepercayaan masyarakat. Spririt investasi dan pariwisata diperkirakan akan makin membaik," pungkasnya.

(anw/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini