Beberapa media di China, seperti dikutip Telegraph, Jumat (9/10/2009) melaporkan ada sekitar 25 ribu wanita di kota Chako Paul, Swedia, hidup bersama layaknya suami istri.
Akibat berita ini, jutaan pria di China sejak berita tersebut diturunkan langsung melakukan pencarian informasi di internet untuk memperoleh gambaran lebih detil tentang kota yang disebutkan itu.
Kabar yang beredar, di kawasan itu perilaku menyimpang sesama wanita sudah menjadi hal yang biasa. Mereka saling melampiaskan hasrat biologisnya dengan sesama wanita tanpa takut akan larangan. Para pria yang sengaja masuk kawasan itu dikabarkan bisa terancam jiwanya.
Pemerintah Swedia secara tegas membantah adanya kawasan fiktif tersebut. "Saya tak tahu dari mana informasi seperti ini bisa datang," kata pejabat pemerintah Swedia, Claes Bertilson dalam sebuah koran lokal.
"Sedikitnya 25 ribu warga yang berada di bagian utara Swedia, saya melihat mereka biasa-biasa saja," ungkapnya.
Kisah ini berawal dari kantor berita China, Xinhua dan Harbin membuat berita yang menggambarkan tentang kawasan 'lesbian' di Swedia. Berita simpang siur ini dianggap tidak jelas kebenarannya. Meskipun media tersebut telah menggambarkan secara gamblang kawasan itu, namun pemerintah Swedia menganggap sang jurnalis salah terjemah. (anw/anw)











































