Indikasi ini terlihat dari kegiatan yang dilakukan para pimpinan tersebut. Pada Rabu 8 Oktober kemarin, Haryono Umar, Mas Achmad Santosa, Tumpak H Panggabean dan Waluyo menemui Jaksa Agung Hendarman Supandji.
Isi pertemuan tersebut, kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, berisi seputar peningkatan kerjasama dalam bidang supervisi dan koordinasi kasus. Selain itu, kerjasama soal pencegahan juga akan dilakukan lebih intens.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kampanye bareng dan sebagainya," kata Johan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (9/10/2009).
Pembicaraan tentang materi yang sama juga akan dilakukan pada Rabu 14 Oktober mendatang. Pimpinan KPK akan menemui Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dan Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa untuk membahas soal peningkatan koordinasi dalam bidang pencegahan.
Menurut peneliti ICW Febri Diansyah, aktivitas pimpinan KPK yang 'baru' tersebut semakin memperkuat bahwa upaya pemberantasan korupsi mati suri. Hal tersebut adalah gejala buruk bagi citra 3 Plt KPK yang baru.
"Jika memang hanya akan fokus pada pencegahan sebaiknya mundur saja, karena di tengah belitan korupsi yang sangat kuat penindakan yang dibutuhkan," tegasnya.
(mad/rdf)











































