"Kata polisi sih, polisi juga ada yang luka. Katanya mereka melawan dengan melemparkan bom," kata saksi mata yang juga penghuni kos, Ryan kepada detikcom, di TKP, Ciputat, Tangerang, Banten, Jumat (9/10/2009).
Ryan menceritakan, penggerebekan berawal pukul 11.30 WIB. Polisi berpakaian preman menggedor-gedor pintu kamar kos yang diduga dihuni Syaifudin dan Syahrir itu.
Tidak lama kemudian, polisi berpakaian seragam lengkap masuk ke rumah kos. Polisi pun sempat mengeluarkan gas air mata.
"Saya sempat lihat kemudian dievakuasi ke tempat yang aman sama polisi. Nah setelah lempar gas, saya dengar ada ledakan dua kali," jelasnya.
Ryan pun mengaku kalau 3 hari yang lalu ada dua pria yang ciri-cirinya sama dengan Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir datang ke rumah kos. Keduanya membayar uang muka sewa kamar nomor 15.
"Yang gendut rambutnya ikal dan orangnya hitam," imbuhnya.
Ryan mengatakan, kedua buron teroris itu biasa keluar masuk dari kamar kos hanya di malam hari. Bahkan saat disapa mengenai keberadaan mereka, keduanya tidak menjawab dengan rinci.
"Mereka sempat pesan soto mie cuma langsung dibungkus. Ditanya kos di mana, jawabnya di situ. Kamarnya nggak dijawab," ujar Ryan.
(gus/iy)











































