Demikian disampaikan seorang penghuni kos, Rudi Kurniawan, di Ciputat, Tangerang, Jumat (9/10/2009). Rudi menghuni kamar nomor 12.
"Saya bertemu dengan yang namanya Soni 3 kali. Pertama, saat Soni masuk awal September, sekitar tanggal 1. Terakhir kali ketemu, kemarin malam pukul 02.00 WIB," kata Rudi.
Menurut dia, Soni berkulit putih, agak kurus, rambutnya agak keriting.
Mirip Syaifudin dan Syahrir? "Soni nggak mirip. Kalau Syaifudin dan Syahrir mirip orang tua ya. Kalau dia nggak, kayak anak muda banget. Ya layaknya mahasiswalah," papar Rudi.
"Soni mengaku mahasiswa UIN jurusan Sains. Ngaku sama saya, sudah kerja di daerah Sudirman diajak dosennya. Penampilan dia biasa saja, memakai kemeja, celana bahan dan membawa tas laptop," lanjut dia.
Rudi mengaku tidak tahu jika ada penghuni lain selain Soni. Namun, Rudi mengatakan sempat melihat sekilas isi kamar Soni, ada buku dan televisi.
"Saya kenal Soni saja, nggak tahu temannya Soni masuk. Mungkin pas di dalam, dia masuk. Mereka keluar masuknya malam," ujar dia.
Dalam kesempatan terpisah, penghuni kos lainnya, Ihya (18) mengaku melihat ada 2 orang masuk ke kamar Soni.
"Dua orang, minggu ini masuk. Kemudian, salah satunya ngomong sama saya nanyain nomor telepon ibu kos. Dia tanya cuma sebentar. Orangnya itu ciri-cirinya bulat, agak gemuk, kulitnya hitam, logatnya Sunda. Ya sudah saya kasih," kata Ihya yang menghuni kamar nomor 11 ini.
Sebelumnya beredar informasi bahwa Soni adalah SZ. Namun rupanya ada orang ketiga dalam rangkaian peristiwa ini. Info yang beredar menyebutkan, selain menewaskan 2 tersangka teroris SZ dan Syahrir, polisi juga menciduk 1 atau 2 orang hidup-hidup.
(aan/nrl)











































