"Kita mengandaikan mereka (Syaifudin dan Syahrir) seperti Dulmatin dan Zulkarnain. Sangat bahaya karena mereka punya kemampuan komplet. Bisa merekrut, bangun organisasi, bisa rakit bom meski nggak seperti Azahari, punya koneksi dana," kata pengamat teroris Mardigu WP kepada detikcom.
Syahrir yangย diduga terlibat dalam aksi pengeboman di Mega Kuningan, 17 Juli dari data kepolisian, diketahui berperan sebagai perancang serangan teroris. Selain itu, pria kelahiran 25 Juli 1968 itu juga berperan sebagai orang yang mengatur palarian dan persembunyian para teroris yang tergabung dalam jaringannya. Pemilik mata tajam ini disebut-sebut ahli penerbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syahrir juga sempat bekerja di maskapai asing selama beberapa tahun. Namun setelah itu, Syahrir seperti menghilang. Bahkan keluarganya mengaku kehilangan kontak selama beberapa tahun.
Konon karena latar belakang pendidikannya ini, Syahrir diplot oleh Noordin M Top untuk masuk dalam link penerbangan. Bahkan polisi sempat menyatakan adanya dokumen yang menyatakan akan ada aksi yang lebih besar dari bom Mega Kuningan, 17 Juli lalu.
Nama Syahrir mencuat ketika diumumkan oleh pihak kepolisian sebagai buronan bersama sang adik Syaifudin Zuhri, Ario Sudarso alias Aji, dan Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Aji dan Urwah telah tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu yang lalu.
Syaifudin dan Syahrir adalah ipar Ibrohim, tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah, 8 Agustus lalu. Ibrohim berperan sebagai otak perencana sekaligus surveyor bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton.
(ken/iy)










































