Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, seperti dilansir AFP, Jumat (9/10/2009).
Dikatakan dia, pemerintah AS saat ini tengah merundingkan untuk melakukan kerjasama dengan beberapa anggota Taliban menyusul rencana mengurangi serangan terhadap kelompok pemberontak di Afghanistan.
"Kami berada di tengah-tengah analisis dari asumsi mengenai langkah-langkah terbaik yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan utama kita untuk melindungi negara, kepentingan dan sekutu dari malapetaka terorisme," ujar Hillary.
Sementara itu, seperti dikutip The News, Hillary mengatakan pemerintah AS juga masih terus mempertimbangkan kerjasama dengan Al-Qaeda. Kerjasama akan dilakukan dengan anggota-anggota Al-Qaeda yang telah memisahkan diri dengan jaringannya dan berhenti melakukan kegiatan melawan hukum.
Menurut Hillary, rekonsiliasi ini akan dimulai sejak militer tidak lagi menjadi pilihan dalam penyelesaian masalah di Afghanistan. Dan kabar yang beredar menyebutkan dalam suatu pertemuan antara Presiden AS Barack Obama, Wakil Presiden Joe Biden, dan Menlu AS Hillary Clinton, telah disetujui dilakukannya proses rekonsiliasi dengan Al-Qaeda ini.
(nvc/nrl)











































