Sebut Suaminya Ketua MPR, Mega Isyaratkan Lunak Pada PD?

Sebut Suaminya Ketua MPR, Mega Isyaratkan Lunak Pada PD?

- detikNews
Kamis, 08 Okt 2009 19:13 WIB
Sebut Suaminya Ketua MPR, Mega Isyaratkan Lunak Pada PD?
Jakarta - Relasi Megawati Soekarnoputri dan Taufiq Kiemas dikabarkan memanas semenjak suaminya itu dekat-dekat dengan Partai Demokrat (PD). Apalagi ketika Taufiq dinobatkan menjadi Ketua MPR yang konon juga didukung PD.

Putri mantan Presiden Soekarno itu bahkan terkesan tak mau berkomentar soal terpilihnya Taufiq itu. Namun kini, Mega sudah mau menyebut Taufiq dengan 'Ketua MPR'.

"Hari Sabtu Ketua MPR akan berkunjung ke Sumbar," kata Megawati di lokasi pelepasan bantuan untuk korban gempa Sumbar, kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jaksel, Kamis (8/10/2009).

Apakah ini pertanda Mega telah menerima jabatan baru suaminya yang juga didukung Partai Demokrat? Jawaban Mega tidak begitu jelas.

"Anda berarti tidak mengetahui, sebelum bertanya belajar dulu," kata Megawati.

Sementara itu saat ditanya perihal sebutan Ketua MPR oleh Megawati, Taufiq mengatakan posisi Ketua MPR tidaklah mengindikasikan apa-apa. Menurutnya, MPR sebagai lembaga wakil rakyat memang seharusnya melakukan check and balances terhadap jalannya pemerintahan.

"DPR kan memang harus check and balances, nggak ada oposisi. Demokrat justru harus lebih kritis dari kita," kata Taufiq.

Seperti diketahui, terpilihnya Taufiq menjadi Ketua MPR didukung penuh oleh Partai Demokrat, yang selama ini berseberangan dengan PDIP. Santer terdengar, awalnya kedekatan kedua partai untuk mendukung Taufiq tidak direstui Megawati. Sebab Mega khawatir koalisi awal di parlemen ini akan berbuntut pada koalisi di pemerintahan.

Megawati sendiri dikenal konsisten untuk bertahan dengan ideologi partai, meski harus kalah dalam Pilpres dan tidak mendapat tempat di pemerintahan.

Sekjen PDIP Pramono Anung berpendapat kerja sama PDIP dan Demokrat untuk memperjuangkan Taufiq menjadi Ketua MPR bukanlah hal yang luar biasa. PDIP belum memutuskan sikap politik apakah juga akan berkoalisi dengan Demokrat di pemerintahan.

Soal sebutan Ketua MPR oleh Mega, Pramono menanggapi enteng. "Lha, memang Pak Taufiq Ketua MPR. Apa salahnya dari sebutan itu?" katanya.
(lrn/ape)


Berita Terkait