Demikian rilis yang dikirim Sub Bidang Cuaca Ekstrim Bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika kepada detikcom, Kamis (8/10/2009). Cuaca ekstrim ini akan ditemui di wilayah utara khatulistiwa bagian barat dan tengah.
Selain itu, aktivitas pusaran angin tertutup di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera Selatan juga perlu diperhatikan. Adanya pumpunan angin di sepanjang Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera bagian Utara hingga Laut Cina Selatan sebelah Barat Filipina yang mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Papua bagian Barat, Utara dan Tengah.
Sebelumnya, BMKG sempat mengatakan, badai Parma tidak akan berpengaruh pada cuaca di Indonesia. Badai berkekuatan 222 km/jam itu terlampau jauh sehingga tidak akan sampai ke wilayah Indonesia.
(ken/irw)











































