"Dari puluhan korban yang mengadu ke kami, korban dari berbagai kalangan. Dan jenis kelaminnya ternyata tak cuma ibu-ibu. Bapak-bapak yang biasanya tak konsumtif juga banyak yang termakan," kata Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Huzna Zahir saat dihubungi detikcom, Kamis, (8/10/2009).
Dari aduan tersebut, biasanya korban sadar ketika sudah sampai rumah. Seperti orang linglung, korban sadar setelah diprotes anggota keluarga karena harga barang tak masuk akal. Terlebih, ternyata harga diskon juga tak cocok dengan kualitas barang. "Pembeli dibujuk dengan bahasa yang berbusa-busa," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat jika mendapat perlakuan seperti ini harus bisa rasional. Menolaklah dengan tegas jika perlu," pungkasnya.
(asp/gah)











































