Hal itu disampaikan Ketua ICMI Orwil Eropa Dr. Sofjan S. Siregar, MA kepada detikcom (7/10/2009), seusai sarasehan ICMI di Den Haag.
Indikatornya, kata Sofjan, dapat dengan jelas diperhatikan oleh rakyat dari komposisi 10 pimpinan (5 DPR dan 5 MPR). Ini bukan hanya bertentangan dengan semangat reformasi, bahkan merupakan pemborosan luarbiasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan, parpol yang tidak kebagian merasa dikhianati akan merupakan bom waktu buat DPR dan MPR. Ratusan miliar rupiah akan dilalap oleh mereka tanpa hasil dan feedback signifikan, buat lembaga MPR, apalagi buat rakyat.
"Sejatinya komposisi pimpinan MPR harus dilihat urgensinya dari sudut pandang frekuensi rapat yang jarang, bukan dari sudut pembagian kue lintas parpol," tambahnya.
Sofjan menyerukan sebaiknya komposisi 10 pimpinan itu ditinjau ulang dengan mengamandemen undang-undang dan peraturan terkait, serta menerapkan prinsip hukum berlaku surut, sehingga rakyat tidak perlu dibodohi lagi terlalu lama.
"Sungguh sangat gentlemen dan sportif jika inisiatif untuk amandemen ini datang dari mereka yang 10 orang, karena mereka tahu dan sadar bahwa miliaran rupiah uang rakyat akan habis buat fasilitas dan tunjangan, yang tidak ada gunanya buat rakyat," demikian Sofjan.
(es/es)











































