Pemborosan Menjadi-jadi, Melalap Uang Rakyat Berjamaah

Laporan dari Den Haag

Pemborosan Menjadi-jadi, Melalap Uang Rakyat Berjamaah

- detikNews
Kamis, 08 Okt 2009 16:51 WIB
Pemborosan Menjadi-jadi, Melalap Uang Rakyat Berjamaah
Den Haag - Selain tak peka, nafsu pemborosan para elite negeri ini juga semakin menjadi-jadi. Kesan melalap uang rakyat berjamaah mulai semakin jelas di mata rakyat.

Hal itu disampaikan Ketua ICMI Orwil Eropa Dr. Sofjan S. Siregar, MA kepada detikcom (7/10/2009), seusai sarasehan ICMI di Den Haag.

Indikatornya, kata Sofjan, dapat dengan jelas diperhatikan oleh rakyat dari komposisi 10 pimpinan (5 DPR dan 5 MPR). Ini bukan hanya bertentangan dengan semangat reformasi, bahkan merupakan pemborosan luarbiasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komposisi itu hanyalah untuk mengakomodir kepentingan dan keterwakilan parpol mendapatkan 'gizi' seperti di masa orba. Kesan melalap uang rakyat berjemaah semakin jelas," cetus Sofjan.

Dikatakan, parpol yang tidak kebagian merasa dikhianati akan merupakan bom waktu buat DPR dan MPR. Ratusan miliar rupiah akan dilalap oleh mereka tanpa hasil dan feedback signifikan, buat lembaga MPR, apalagi buat rakyat.

"Sejatinya komposisi pimpinan MPR harus dilihat urgensinya dari sudut pandang frekuensi rapat yang jarang, bukan dari sudut pembagian kue lintas parpol," tambahnya.

Sofjan menyerukan sebaiknya komposisi 10 pimpinan itu ditinjau ulang dengan mengamandemen undang-undang dan peraturan terkait, serta menerapkan prinsip hukum berlaku surut, sehingga rakyat tidak perlu dibodohi lagi terlalu lama.

"Sungguh sangat gentlemen dan sportif jika inisiatif untuk amandemen ini datang dari mereka yang 10 orang, karena mereka tahu dan sadar bahwa miliaran rupiah uang rakyat akan habis buat fasilitas dan tunjangan, yang tidak ada gunanya buat rakyat," demikian Sofjan.

(es/es)


Berita Terkait