"Setelah dilakukan penelusuran sumber ledakan belum ditemukan. Namun keterangan masyarakat melihat benda itu memancarkan api dan asap di udara," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Kamis (8/10/2009).
Nanan mengatakan, ledakan itu terdengar pukul 08.30 Wita. Suara ledakan pertama terdengar sebanyak 4 kali. Sesaat setelah api padam, kemudian terdengar lagi suara ledakan keras sebanyak 4 kali yang menimbulkan getaran di daratan.
"Ledakan keras tersebut terdengar sampai di Bone dan Kabupaten Wajo," ujarnya.
Meski begitu, lanjut Nanan, aktivitas masyarakat masih berjalan normal. Namun kegiatan belajar mengajar anak sekolah dihentikan.
"Anak sekolah secara spontanitas dipulangkan karena menganggap suara ledakan tersebut dianggap tanda-tanda gempa," ungkapnya.
Polisi pun sudah mengkonfirmasi kejadian ini dengan petugas pengawasan lalulintas udara Indonesia Timur di Makasar. Namun hasilnya menunjukkan tidak ada sinyal kecelakaan di udara.
"Radar tidak menunjukkan adanya laka (kecelakaan) udara," tegasnya.
(gus/iy)











































