"Sebagai ketua umum partai terbesar kedua, pasti akan dilakukan partai untuk mengunjungi Presiden," kata Ical dalam konferensi pers di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Kamis (8/10/2009).
Selain sowan ke SBY, Ical juga akan menemui JK untuk serah terima jabatan. Hal itu akan dilakukan Ical besok (saat pelantikan). Ical menegaskan dirinya akan merangkul semua kandidat yang lain. Namun bukan berarti Ical akan membagi kekuasaan dengan lawan-lawan politiknya.
"Kami akan mengajak semuanya. Kami tawarkan kerjasama dan suatu hasil dari
formatur dan harus menjadi kerjasama yang baik. Bila kita menawarkan kerja sama, tidak boleh ada dua-tiga kepemimpinan," tegas Ical.
Bukan Oposisi
Ical menegaskan Golkar tidak akan menjadi partai oposisi. Meski begitu, Golkar akan menjadi partai yang kritis terhadap pemerintah.
"Bila kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan kehendak rakya, Golkar akan
mengkritik dan memberi masukan," janji Ical.
Mengenai posisi di kabinet, Ical mengaku hingga saat ini belum ada tawaran dari SBY. Jika nantinya ada tawaran, Ical akan mempersilakan kader terbaik Golkar untuk membantu SBY. "Kalau ada penawaran, tentu Golkar akan mempersilakan kader terbaiknya," kata Ical yang mengaku berterima kasih kepada Akbar Tandjung, Agung Laksono dan semua pihak yang telah mendukungnya itu.
Rencananya Ical akan mengumumkan nama-nama pengurus harian DPP Golkar nanti malam. Setelah itu 2 minggu kemudian nama-nama pengurus selengkapnya akan diumumkan.
"Dalam dua minggu akan diumumkan pengurus lengkap Golkar. Betapa pun kerasnya perbedaan pandangan, Golkar dapat memberikan contoh kepada partai lain tentang demokrasi," ucap Ical.
Ical menambahkan, struktur organisasi partai nantinya akan dibagi menjadi 3
fungsi. Fungsi pertama adalah kepartaian, kedua electoral, dan ketiga kebijakan.
(yid/anw)











































