"Bukan mendahului takdir ya, saya berkeyakinan DPP Golkar yang akan terbentuk akan bermitra dan bersinergi dengan pemerintah," kata Agung kepada wartawan di Arena Munas Golkar, Hotel Labersa, Riau, Kamis (8/10/2009).
Menurut Agung, dengan kepemimpinan Ical, Golkar akan bersikap lebih inklusif dan profesional. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan visi-misi Tripple A (Agung, Ical dan Akbar) yang menjanjikan perbaikan posisi Golkar dalam percaturan politik nasional.
"kepemimpinan baru yang akan dibentuk akan lebih inklusif. tetapi tetap mengedepankan profesionalisme," paparnya.
Rangkul yang Kalah
Agung menjamin semua komponen Golkar akan dirangkul secara selektif dalam
kepengurusan Golkar mendatang. Namun akomodasi yang dilakukan akan tetap mempertimbangkan sisi profesionalisme dan loyalitas kader.
"Kita tidak ingin menimbulkan luka, karena itu tim formatur akan
mengakomodir para keder Golkar yang ada selama ini. Tetapi hal itu akan kami lakukan secara selektif berdasarkan PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak terpuji) dan track recordnya," papar Agung.
Agung yakin Ical akan bisa menghilangkan faksi-faksi yang selama ini ada
dalam kepemimpinan Golkar periode 2004-2009. Hal ini didasarkan pada kemauan Ical yang bersifat terbuka dan mau mengakomodir berbagai faksi dan kelompok kepentingan di Golkar.
"Pak Ical sebagai tokoh nasional punya pandangan-pandangan yang luas dan terbuka. Pikiran-pikirannya yang inklusif akan membuat semua kekuatan di
partai dirangkul kembali," pungkasnya.
(yid/anw)











































