Sempat Takut Dosa Besar, Edo Diyakinkan Wiliardi

Sidang Pembunuhah Nasrudin

Sempat Takut Dosa Besar, Edo Diyakinkan Wiliardi

- detikNews
Kamis, 08 Okt 2009 12:36 WIB
Sempat Takut Dosa Besar, Edo Diyakinkan Wiliardi
Jakarta - Terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo, sempat ragu menerima order pembunuhan dari mantan Kapolres Jakarta Selatan (Jaksel) Wiliardi Wizar. Alasannya, karena menyangkut nyawa dan dosa besar.

"Pada awalnya Edo mengatakan berat karena menyangkut nyawa dan dosa besar," kata jaksa penuntut umum Nirwan Nawawi dalam sidang dengan terdakwa Jerry Hermawan Lo di Pengadilan Negeri Jaksel, Jl Ampera Raya, Kamis (8/10/2009).

Dikatakan dia, kemudian Wiliardi mampu menyakinkan Edo. Kasus tersebut juga akan dibuat layaknya perampokan. Asal tidak tertangkap tangan, Wiliardi sendiri nantinya yang akan oleh TKP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saksi Wiliardi Wizar mengatakan akan segera ditarik menjadi Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk mengamankan masalah tersebut," lanjut Nirwan.

Wiliardi, lanjut Nirwan, juga mengatakan kepada Edo bahwa tidak akan melupakan kerjasama tersebut. Menyangkut dana operasional, Wiliardi meminta tidak ragu untuk mengubunginya.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Syamsuddin itu, jaksa mengungkapkan pertemuan Wiliardi dengan Edo itu dilakukan di Cafe Arena Bowling, Ancol, Jakarta Utara. Turut serta dalam pertemuan itu Jerry, perantara yang menhubungkan Wiliardi dan Edo.

(irw/iy)


Berita Terkait