"Tuhan itu Maha Adil. Saya sebenarnya ingin kembali memberikan pengabdian. Tetapi dalam 5 tahun terakhir saya tidak pernah diposisikan sebagai orang yang pernah membesarkan Golkar dan berjasa mengawal partai ini dalam masa-masa sulit," kata Akbar kepada detikcom usai pemilihan Ketum Golkar di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Kamis (8/10/2009).
Menurutnya, meski kembalinya dia berkipirah di Golkar tidak dalam kapasitas sebagai ketum, tetapi harapannya untuk kembali menjadi orang penting di Golkar akan terpenuhi. Sebab kemenangan Ical ini akan menempatkan Akbar di posisi terpenting setelah ketua umum yang akan mengawal perjalanan Golkar 5 tahun mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akbar berharap kemenangan Ical ini sebagai pertanda kembalinya kejayaan Golkar sebagaimana terjadi pada masa lalu. Golkar tidak hanya menjadi pemenang pemilu, tetapi juga menjadi partai yang disegani.
"Ya mudah-mudahan saja ini tanda Golkar akan kembali menuju kejayaan dan kemenangan seperti dulu. Apalagi di belakang Ical adalah tokoh-tokoh Golkar yang selama ini konsisten dan militan," kata Akbar.
(sho/nrl)











































