Penilaian tersebut dilakukan setelah Tim Verifikasi yang terdiri dari ahli konstruksi Universitas Bung Hatta, ITB dan Persatuan Insinyur Indonesia Sumbar.
"Untuk kampus Universitas Bung Hatta relatif tidak terlalu parah terkena efek likuifaksi," kata Dekan Fakultas Teknik (FT) Universitas Bung Hatta, Hendri Warman di kampusnya, Jl. Ulak karang padang, Kamis (8/10/2009).
Hendri Warman menjelaskan, likuifaksi adalah terbentuknya rongga di lapisan tanah akibat tekanan saat gempa sehingga membuat bangunan menjadi turun, miring dan roboh.
"Kerusakan pada bangunan tersebut hanya terjadi kerusakan non struktur," kata Hendri yang juga merupakan staf madya Persatuan Insinyur Indonesia Sumbar.
Β
Secara struktur, lanjut Hendri, konstruksi gedung dinilai relatif aman meskipun dibutuhkan beberapa perbaikan. Perbaikan tersebut lebih mengarah pada perbaikan aksesoris, seperti penggantian keramik yang ditempel pada dinding yang pecah dan perbaikan keramik di lantai.
"Kampus akan memulai perkuliahan pada 12 Oktober mendatang," pungkas Hendri.
(amd/gah)











































