Setelah pembagian tugas dalam pertemuan terakhirnya dengan Sigid Haryo Wibisono dan Antasari Azhar, Wiliardi pun menemui sahabatnya Jerry Hermawan Lo di Kedoya Raya Kav 27 No 13 Pesing, Koneng, Jakarta Barat.
Wiliardi pun memberikan data-data Nasrudin yang diberikan Antasari ke Jerry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dibacakan JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Kamis (8/10/2009).
"Abang masih ada nggak nomor telepon anak Flores yang pernah ketemu saya di Polres Jakarta Selatan?" tanya Wiliardi.
"Si Edo," jawab Jerry.
"Bisa enggak saya dipertemukan dengan Edo untuk misi ini?" pinta mantan Kapolres Jakarta Selatan ini.
Malam itu juga Jerry menghubungi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk bertemu Jerry. Setelah itu Jerry menyerahkan amplop berisi data plus foto Nasruddin.
"Edo ini tugas negara, dan ini sangat rahasia," ujar Jerry pada Edo.
"Tugasnya apa Bang?" tanya Edo.
Jerry pun memberitahu Edo untuk mengenalkan kepada seseorang yang dapat menghabisi nyawa laki-laki yang ada dalam foto tersebut karena membahayakan negara. Jerry menjanjikan Edo bertemu Wiliardi.
Pertemuan ketiganya berlangsung di Arena Bowling Ancol. Wiliardi pun meyakinkan Edo akan 'tugas negara' itu.
"Edo, tolong bantu saya dulu. Sebenarnya ini tugas negara menjelang Pemilu, dan membahayakan negara serta kalau tidak bisa diatasi bisa meledak. Tolong Edo, kamu kenalkan saya dengan seseorang yang dapat menghabisi nyawa orang yang namanya ada dalam foto tersebut," pinta Wiliardi.
"Buatlah seperti perampokan asal jangan tertangkap tangan dan saya sendiri akan oleh TKP dan akan segera ditarik menjadi Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk mengumumkan masalah ini. Saya tidak bohong, ini benar-benar tugas negara dan karier serta pangkat saya dipertaruhkan. Dan kamu tidak usah khawatir dan sudah di-back up," ujar Wiliardi yang juga eks Kapolres Jaksel ini meyakinkan.
(nwk/nrl)











































