"Sekolah yang ruang kelasnya tidak bisa dipakai, bisa dibangun tenda darurat. Juga nantinya bisa dipakai juga kelas darurat yang bisa dipakai selama 2 tahun," kata Bambang Sudibyo di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Jl Sudirman, Padang, Rabu (7/10/2009).
Bambang menjelaskan, kelas darurat akan didirikan dalam waktu seminggu untuk menjamin kegiatan proses belajar mengajar berlangsung terus.
"Cukup representatif dengan lantainya terbuat dari semen dan bukan tenda, meski tenda juga kita gunakan," jelasnya.
Selain itu, lanjut Bambang, bisa juga dipakai pola sharing dengan sekolah yang kondisi bangunannya masih baik dan bisa digunakan.
"Dengan memakai sekolah yang tidak rusak, pada sore hari setelah sekolah yang pertama menyelesaikan belajarnya," tutur Bambang.
Terkait hal ini, pemerintah pun mengalokasikan dana sebesar 30 miliar untuk pembangunan kelas darurat di seluruh wilayah Sumatera Barat yang terkena dampak gempa.
"Besok kepala daerah boleh mengambil dana kelas darurat ke gubernur dan diberikan alokasi uang 8 juta dengan persyaratan kelas darurat bisa selesai dalam seminggu dan bisa dipakai dalam 2 tahun," pungkasnya.
(fiq/nvc)











































