Pemeliharaan PLTG Gilimanuk yang berkapasitas 130 MW dilakukan pada 10 Oktober hingga 6 Desember 2009. Selama masa pemeliharaan Bali akan kehilangan pasokan daya 130 MW dari total daya mampu listrik 562 MW. Akibatnya, daya mampu listrik di Bali hanya sebesar 452 MW. Dengan beban puncak di Bali mencapai 493 MW maka Bali akan mengalami defisit 41 MW.
"Tidak ada cara lain yang harus dilakukan PLN selain melakukan pemadaman bergilir. Pemadaman terpaksa dilakukan untuk menghindari black out," kata General Manajer PT PLN Distribusi Bali Arifuddin Nurdin pada jumpa pers di Pondok Kuring, Renon, Denpasar, Rabu (7/10/2009).
Nurdin menjelaskan, pemadaman terjadi karena mesin pembangkit yang ada tidak mampu memikul beban. Jika terjadi black out maka akan memerlukan waktu pemulihan selama 4-5 jam.
Ditengah krisis listrik, PLN Bali berharap pemadaman tidak akan terjadi jika beban puncak di Bali selama masa pemeliharaan berkisar antara 460-470 MW. Jika beban puncak berkisar 460 MW maka Bali hanya kekurangan daya mampu 11 MW.
"Masih ada cara lain dari PLN sehingga tidak terjadi pemadaman. Yaitu, meminta masyarakat, pihak industri dan hotel menghemat listrik," kata Nurdin.
PLN Bali meminta pelanggan untuk menghemat 100 watt atau setara empat titik lampu pada waktu beban puncak di malam hari. Dengan jumlah pelanggan sebanyak 740 ribu maka akan terjadi penghematan 74 MW sehingga tidak terjadi pemadaman bergilir.
(gds/nvc)











































