Tiga utusan dari DPD bermasalah tersebut berasal dari Kabupaten Kepulauan Seribu, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Halmahera. Mereka terus menerus mengeluarkan interupsi hingga kericuhan terjadi.
Petugs keamanan yang berada di lokasi lalu berusaha mengamankan salah seorang utusan dari Kepulauan Seribu. Merasa punya hak suara, sang peserta pun sempat melawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara peserta sidang yang tidak suka dengan utusan tersebut berteriak agar petugas mengeluarkannya.
"Keluarkan..Keluarkan..," teriak peserta Munas lainnya.
Kericuhan ini semakin diperparah setelah ketua sidang Fadel muhammad memaksa untuk meneruskan sidang. Apalagi ia sempat mengatakan bahwa pimpinan sidang kurang tidur. Sontak ini ditimpali oleh peserta Munas.
"Kalau tidak siap mimpin sidang turun," tegasnya.
Akibat kericuhan ini beberapa pengurus kembali menggelar rapat untuk menentukan kasus dan nasib dari 3 DPD tersebut. 3 utusan tersbeut beserta pengurus DPD dan DPP, mengadakan pertemuan tertutup.
(mad/nvc)











































