Warga Nagari Ulakan Buat Rumah Bilik Swadaya dari Puing Rumah

Gempa Sumbar 7.6 SR

Warga Nagari Ulakan Buat Rumah Bilik Swadaya dari Puing Rumah

- detikNews
Rabu, 07 Okt 2009 20:50 WIB
Warga Nagari Ulakan Buat Rumah Bilik Swadaya dari Puing Rumah
Jakarta - Alih-alih menunggu bantuan tenda darurat, warga Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan-Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat membuat rumah bilik secara swadaya. Puing-puing rumah yang hancur mereka jadikan bahan rumah bilik itu.

Demikian disampaikan koordinator sukarelawan Tim Al Azhar Peduli Ummat Sunaryo Adhiatmoko ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (7/10/2009).

"Aktivitas ini sudah mulai marak sejak dua hari ini," ujar Sunaryo yang membuka posko di Toboh Olo, Kecamatan Situ Toboh Gadang, Padang Pariaman, Sumbar ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut salah satu warga, imbuh Sunaryo, daripada tidur di tenda lebih baik membuat tempat tinggal sementara. Al Azhar sendiri siap membantu paku dan triplek untuk pembangunan rumah bilik itu.

"Solusi ini jauh lebih efektif daripada harus meratapi rumah yang ambruk dengan mengiba bantuan tenda. Dengan tinggal di hunian sementara ini, sambil menunggu bantuan rehabilitasi dari pemerintah, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa," tuturnya.

Selain membantu paku dan triplek, Al Azhar juga akan mendatangkan 40 relawan dari Klaten dan Solo untuk membantu penduduk membersihkan puing dan membangun rumah bedeng. Pihak Al Azhar Peduli Ummat, imbuh Sunaryo, juga berencana membuat 100 rumah kaum.

"Budaya Minang tidak bisa mencampur masyarakat dalam satu komunitas tapi beda rumpun/suku," ujar Sunaryo mengemukaan alasan pembangunan rumah kaum.

Rumah itu nanti beratap seng, bertiang kayu dan berdinding triplek. Daya tahannya bisa mencapai 2 tahun.

"Lokasinya di Toboh Olo sebagai percontohan. Kapasitasnya 4-5 keluarga untuk tinggal malam hari dan menaruh barang-barang berharga. Siang hari mereka kembali ke rumah masing-masing untuk beraktivitas. Rencana 100 tapi baru dibuat 7, tapi permintaan sudah dari berbagai nagari," kata dia.

(nwk/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini