Demikian disampaikan koordinator sukarelawan Tim Al Azhar Peduli Ummat Sunaryo Adhiatmoko ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (7/10/2009).
"Aktivitas ini sudah mulai marak sejak dua hari ini," ujar Sunaryo yang membuka posko di Toboh Olo, Kecamatan Situ Toboh Gadang, Padang Pariaman, Sumbar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Solusi ini jauh lebih efektif daripada harus meratapi rumah yang ambruk dengan mengiba bantuan tenda. Dengan tinggal di hunian sementara ini, sambil menunggu bantuan rehabilitasi dari pemerintah, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa," tuturnya.
Selain membantu paku dan triplek, Al Azhar juga akan mendatangkan 40 relawan dari Klaten dan Solo untuk membantu penduduk membersihkan puing dan membangun rumah bedeng. Pihak Al Azhar Peduli Ummat, imbuh Sunaryo, juga berencana membuat 100 rumah kaum.
"Budaya Minang tidak bisa mencampur masyarakat dalam satu komunitas tapi beda rumpun/suku," ujar Sunaryo mengemukaan alasan pembangunan rumah kaum.
Rumah itu nanti beratap seng, bertiang kayu dan berdinding triplek. Daya tahannya bisa mencapai 2 tahun.
"Lokasinya di Toboh Olo sebagai percontohan. Kapasitasnya 4-5 keluarga untuk tinggal malam hari dan menaruh barang-barang berharga. Siang hari mereka kembali ke rumah masing-masing untuk beraktivitas. Rencana 100 tapi baru dibuat 7, tapi permintaan sudah dari berbagai nagari," kata dia.
(nwk/mad)










































