"Kami sebagai pimpinan sudah berkonsisten bahwa kita satu 'warna' dan tidak membawa asal kita," ujar Ketua DPR merangkap Sekjen PD Marzuki Alie dalam
acara silaturahmi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10/2009).
Menurut Marzuki apapun asal partai mereka yang terpenting adalah kesatuan
tekad menyampaikan aspirasi rakyat. Untuk itu kebulatan semangat mereka berlima diperlukan.
"Untuk membangun DPR sekarang lebih baik dari sebelumnya," kata Marzuki.
Marzuki kemudian berseloroh soal map baru mereka. Sekarang pimpinan DPR menggunakan warna map putih. "Nanti repot kalau map biru dikasih ke Mas
Pram," kata Marzuki disambut tawa Pramono, Anis Matta, dan Marwoto yang
duduk di sebelahnya.
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PDIP Pramono Anung berpandangan serupa. Pramono
pun berkomitmen merubah tradisi di DPR.
"Kalau dulu citranya warna-warni kali ini kita netral. Mengenai bagaimana
fraksi itu urusan lain mereka adalah etalase dari partai lain-lain," ungkap
Pram.
"Kita akan merubah tradisi semua agar diselesaikan di Bamus," kita sedih rapat paripurna kosong," lanjutnya.
Sementara Ketua DPR dari FPKS Anis Matta berkomitmen akan memajukan
legislasi di DPR. Anis yakin DPR akan membaik lima tahun kedepan.
"Proses legislasi harus diperbaiki untuk mensukseskan pembangunan
pemerintah," tegas Anis.
Marwoto, Wakil Ketua DPR dari FPAN mengharap kerjasama yang baik dari media. Marwoto ingin DPR dikontrol secara sehat.
"Kami mengharap kritik sehat yang membangun untuk kebaikan kita bersama,"
katanya bijak.
Wakil Ketua DPR dari FPG Priyo Budi Santoso tidak bisa hadir karena sedang
mengikuti Munas Golkar di Riau. Acara di DPR pun ditunda untuk menghormati
Priyo. "Kami menunda sidang dewan hingga Mas Priyo selesai Munas, untuk
menghormati. Tapi bukan berarti kami tidak bekerja, kami ada rapat fraksi,"
tegas Marzuki.
(van/anw)











































