"Saya tetap maju untuk membuktikan spekulasi-spekulasi yanga berkembang bahwa majunya saya untuk bargaining position tidak benar. Untuk mencari keuntungan pribadi atau kelompok itu tidak benar. Hanya dagang sapi itu tidak benar. Atau hanya politik mencari selama dan meningkatkan posisi lebih tinggi itu tidak benar," kata Yuddy.
Hal itu dikatakan Yuddy dalam konferensi pers di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Rabu (7/10/2009). Yuddy yang didampingi tim suksesnya, antara lain Indra J Pilliang, Reni Jayusman, Anton Lesiangi, dan lain-lain menunjukkan kepada wartawan berkas-berkas persayaratan pencalonan yang telah disiapkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra Pilliang yang memegang dan menunjukkan berkas-berkas itu memberikan komentarnya tentang ijazah Yuddy. "Fotokopi ijazah dari SD-S3, jadi S6.
Ini satu-satunya calon Ketua Umum Partai Golkar yang pernah lahir sepanjang Partai Golkar berdiri yang punya gelar S6 itu Yuddy Chrisnandi, satu-satunya," kata Indra.
Yuddy menegaskan, dirinya berbeda dengan politisi kebanyakan. Jika yang lain
mengusung pragmatisme, dia memilih mempertahankan dan menegakkan idealisme.
Baginya pencalonan dirinya sebagai Ketum Golkar sekaligus sebagai alat ukur kuantitatif seberapa besar idealisme masih tersisa di Golkar.
"Saya katakan walaupun hanya 1 DPD yang mendukung saya kami, akan tetap maju dan kami bangga dengan hasil itu. Kalau saya mundur publik tidak akan tahu apakah idealisme di Golkar masih tersisa. Kalaupun masihj tersisa, publik pun ingin tahu berapa besarnya. Majunya kami adalah sebuah proses demokrasi," tegas Yuddy.
(sho/rdf)











































