Sambil menangis, Ros mencari mayat anaknya, Chandra, Rabu (7/10/2009). Tak hanya Chandra, murid-murid Ros juga tertimbun di reruntuhan tanah longsor akibat gempa.
"Ke mana anak saya?" tanya Ros sambil menangis.
Wajah guru ngaji di Masjid Al Falah itu tampak lusuh. Begitu juga dengan baju yang dipakainya. Dengan tatapan kosong, Ros memandang longsoran tanah yang menimbun Masjid Al Falah. Air matanya pun tak kuasa dibendungnya.
Ros mengenang beberapa saat sebelum gempa, 30 September. Dia dan anaknya sama-sama ingin pergi ke masjid menjelang salat magrib. Namun Chandra lebih dulu pamitan. Sedangkan Ros yang sedang rebahan di tempat tidur, rupanya tertidur hingga goncangan 7,6 SR terjadi.
"Entah kenapa ibu berbaring di tempat tidur dulu dan ketiduran. Pas bangun sudah gempa. Saat itu ibu lihat masjid sudah tidak ada lagi," ceritanya.
Setelah berbagi cerita, Ros bangkit dari timbunan tanah longsor. Sambil menangis, Ros berjalan perlahan-lahan menjauh dari reruntuhan Masjid Al Falah.
(gus/nrl)










































