SBY seharusnya lebih memfokuskan diri mengurusi gempa di Sumatera Barat. "Gitu saja kok dikomentari. Buang-buang waktu saja. Mending urusan gempa," kata pengamat politik LIPI Syamsudin Haris di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (7/10/2009).
Menurut Syamsudin, pernyataan SBY itu tidak penting karena masih banyak lagi urusan negara yang lebih penting yang bisa dilakukan SBY. SBY telah melakukan kesalahan besar karena telah menodai sisa kebersamaannya selama seminggu ke depan bersama wakilnya itu.
"SBY telah menodai kebersamaan dengan JK yang tinggal semingguan lagi. SBY seharusnya tidak mengeluarkan statement yang tidak perlu diungkapkannya. Tidak ada yang salah dari statement JK karena itu harapan," tegasnya.
Syamsudin mengatakan, Golkar pun sepertinya akan mau masuk dalam pemerintahan jika diajak. "Kalau diajak masuk pasti masih mau, Tapi yang diungkapkan JK itu baik. Yaitu agar Golkar tetap kritis dan tidak menjadi pengemis," imbuhnya.
(gus/iy)











































