"Yang penting aparat penegak hukum di Indonesia akan memastikan bahwa ancaman dari kelompok tersebut tidak akan terjadi," jelas juru bicara Deplu Teuku Faizasyah melalui telepon, Rabu (7/10/2009).
Pria yang akrab disapa Faiz ini meminta masyarakat tenang dan tidak mudah terprovokasi. "Namanya isu, tidak perlu ditanggapi," tutupnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan koordinator Bendera Mustar Bonaventura menyatakan, ancaman penyerangan itu dilakukan pihaknya karena diplomasi tidak berbuah apa-apa.Β "Antar Menlu sudah bertemu. Akar konflik Malaysia-Indonesia kan bukan hanya budaya. Kita minta mereka minta maaf secara resmi," ujarnya saat dikonfirmasi.
Masalah lain selain budaya itu seperti TKI. "Setiap harinya ada 1 TKI yang tewas. Jumlahnya saat ini mencapai 1.421 orang. Ini kan tidak bisa dibiarkan," ujarnya.
Bukankah banyak yang meragukan dan mengkritik aksi Anda? "Jangan ketidakberanian ditularkan. Biarkan kami yang berani," kelit Mustar.
(ndr/nrl)










































