Seperti dilansir Times Online, Kamis (7/10/2009) Yusra tewas akibat terperangkap di dalam Hotel Ambacang ketika gempa 7,6 SR melanda Sumatera Barat, Rabu (30/9).
"Dalam 3 detik, bangunan ini roboh. Saya melihat kakak saya berlari keluar kamar dan saya kira dia mungkin dapat keluar, tetapi saya kemudian tertimpa beton sebelum saya akhirnya dapat berpindah," ujar Yusri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lelaki yang tak sadar selama 10 jam itu kemudian siuman. Ia menyatakan dapat melihat bagian luar bangunan. "Saya dapat mendengar ia bergerak melalui celah. Kami pun mengikutinya, merangkak melalui terowongan sempit antar beton," cerita Yusri yang sempat meninggalkan sang perempuan tapi berjanji untuk membawa pertolongan.
Setelah merangkak sepanjang 5.5 meter dengan perutnya, Yusri mulai menemukan jalan keluar. Ia langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Ketika merasa sudah cukup baik, Yusri kemudian kembali ke hotel untuk mencari kakak kembarnya. Kepada tim penyelamat, ia menyatakan kakaknya berada di sebuah sisi bangunan, namun tim penyelamat tidak mempercayainya.
"Saya coba untuk mengangkat reruntuhan, tapi saya tidak memiliki peralatan apa pun. Saya mendengar seseorang melempar bebatuan dari dalam bangunan. Namun perlahan suara itu menghilang dan saya mulai menggali lebih keras," ceritanya.
Sorenya, tim penyelamat mulai mencari di tempat di mana Yusri meyakini kakaknya terperangkap. Pukul 02.00 WIB keesokan harinya atau 6 jam setelah ia berhasil keluar dari hotel, Yusri pun melihat jasad kembarannya. "Musibah diberikan untuk menguji kita. Hal ini yang membuat saya kuat," ujarnya. Tak hanya kakaknya, wanita yang sempat terperangkap bersama dirinya pun tewas.
(amd/nrl)










































