Diperlakukan Diskriminatif, Wartawan Boikot Munas Golkar

Diperlakukan Diskriminatif, Wartawan Boikot Munas Golkar

- detikNews
Selasa, 06 Okt 2009 22:33 WIB
Diperlakukan Diskriminatif, Wartawan Boikot Munas Golkar
Pekanbaru - Perlakuan diskriminatif terhadap wartawan peliput Munas Partai Golkar berbuntut pada aksi boikot. Puluhan wartawan dari berbagai media massa menyampaikan surat protes tertulis kepada pengurus DPP Partai Golkar.

"ANTV, TVOne dan Vivanews.com dibolehkan masuk, sementara media lain tidak boleh," tulis wartawan dalam surat pernyataannya, Selasa (6/10/2009).

Seperti diketahui, tiga media massa tersebut punya kaitan dengan salah satu kandidat Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie. Setelah menyerahkan surat protes tersebut pada Zainal Bintang, wartawan duduk membuat lingkaran di depan pintu masuk ballroom Hotel Labersa, Pekanbaru, tempat rapat paripurna berlangsung

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para wartawan foto dan TV pun meletakkan kameranya di tengah lingkaran. Sementara yang lain menumpahkan kekesalannya dengan berteriak, "Golkar diskriminatif!"

Boikot wartawan langsung diterapkan pada Aburizal Bakrie. Ketika kandidat Ketua Umum Golkar tersebut keluar dari ruang rapat bersama rombongannya, wartawan sama sekali tidak berusaha memintainya keterangan apa pun tentang sesi penyampaian pandangan DPD yang baru berlangsung.

Namun demikian, salah satu staf humas Munas sempat meminta maaf dan menyangkal adanya perlakuan diskriminatif terhadap wartawan. "Kami minta maaf atas hal ini, kita tidak bermaksud mendiskriminasikan. Kalau begitu diperbolehkan masuk," kata dia.

Sudah pasti pernyataan maaf tersebut tidak berarti apa-apa bagi wartawan, sebab rapat paripurna sudah berakhir. (lrn/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads