"Mereka juga sering gonta-ganti pembantu. Gak ada yang betah kerja di sana. Kalau dikasih tahu baik, galakan mereka," kata Maria, tetangga yang tinggal tidak jauh dari rumah pasangan Naptali Andreas-Sritian Suharti, ketika ditemui di depan rumah tersangka, Selasa (6/10/2009).
Lebih jauh Maria menuturkan,Β sepengetahuannya Sritian sudah tiga kali ganti pembantu rumah tangga. Semuanya mengeluhkan hal yang sama, yakni kerap dimarahi dan dikatai dengan ucapan kasar oleh majikannya. Bahkan, sempat ada yang mau melarikan diri dari rumah tersebut.
Ibu Gondo, yang merupakan istri dari pengurus lingkungan di sana juga mengungkapkan, beberapa waktu lalu warga pernah mengusulkan agar keluarga Naptali Andreas diusir saja dari lingkungan mereka. Namun, usul ini urung dilakukan karena Ibo Gondo dan suaminya merasa tidak berhak mengusir warga.
"Waktu itu banyak yang datang ke rumah, minta Ibu Sri diusir saja. Namun, saya bilang bahwa RT (rukun tetangga) tidak punya hak buat itu," kata Ibu Gondo.
Seperti diberitakan, pasangan Naptali Andreas-Sritian Suharti diperiksa polisi terkait dengan tewasnya Hapsari, pembantu mereka. Hapasari yang berasal dari Wonosobo, Jawa Tengah, ditemukan tewas dengan luka di sekujur tubuh. Dari hasil otopsi terungkap tubuh korban pernah disetrika, dipukul benda tumpul, disiram air panas, dan kemaluannya beberapa kali disundut dengan rokok.
(djo/djo)











































