"Itu sudah komitmen saya pada Tim 5. Jika Pak Bibit dan Pak Chandra tak terbukti bersalah, maka saya akan langsung mundur," ujar pria yang akrab dipanggil Ota itu, di kantor UNDP di Gedung Menara Thamrin, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/10/2009).
Ota juga menyatakan, tidak akan mengikuti ajang pemilihan pimpinan definitif KPK yang akan digelar tahun depan meski sekarang menjadi Plt. Ayah satu anak yang pada 2007 bergabung dalam Panitia Seleksi Pimpinan KPK dan Tim Pembaruan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Mahkamah Agung (MA) itu memilih menyelesaikan tugasnya di UNDP selaku senior advisor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































