"Tidak ada tahanan yang menjadi korban, dan tidak ada yang kabur," kata Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II a Padang, Abdul Karim, kepada detikcom di kantornya, Jalan Hayam Wuruk, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (6/10/2009).
LP itu dihuni 30 orang narapidana perempuan, 20 tahanan anak-anak, dan sisanya narapidana laki-laki.
Saat gempa mengguncang, Abdul memerintahkan petugas LP untuk membuka pintu sel para tahanan. "Setelah itu, kita arak mereka untuk dikumpulkan di lapangan lembaga pemasyarakatan. Saat itu memang suasananya kacau. Karena, goyangannya besar," ujar dia.
Menurut dia, tidak ada bagunan yang rusak."Hanya sekeliling tembok yang retak yang luasnya 481 meter," kata Abdul.
Abdul mengatakan, keluarga yang datang menjenguk narapidana pada hari kedua, dan ketiga setelah gempa 30 September 2009 itu.
"Mereka datang untuk mengecek anggota keluarganya," kata dia.
(aan/iy)











































