Doa dan Kritik SBY untuk Munas Golkar

Doa dan Kritik SBY untuk Munas Golkar

- detikNews
Selasa, 06 Okt 2009 14:02 WIB
 Doa dan Kritik SBY untuk Munas Golkar
Jakarta - Munas VIII Golkar di Pekanbaru, Riau, tidak luput dari perhatian Presiden SBY. Dalam kapasitasnya selaku Kepala Negara, dia mendoakan pemilihan Ketua Umum Partai Golkar periode 2009-1014 itu berjalan baik dan demokratis.

"Saya sebagai Kepala Negara mendoakan yang baik-baik untuk Golkar apa pun hasilnya dalam munas nanti," kata SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/10/2009).

Wujud perhatiannya terhadap Munas Golkar tidak hanya berupa doa, melainkan juga kritik. Presiden SBY mengkritik penyataan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) dalam pembukaan semalam (Senin, 5/10) yang meminta Golkar menjadi oposisi dan kadernya tidak mengemis-ngemis posisi dalam pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya juga mendengar pernyataan tidak perlu Golkar meminta-minta atau mengemis-ngemis. Tidak perlu ada pendapat di antara kita soal istilah mengemis dan minta-minta," ujar SBY.

Sebelumnya SBY mengingatkan bahwa JK hingga 20 Oktober 2009 masih menyandang status Wapres RI. Maka ajakan JK agar Golkar mengambil opisisi dia nilai terlalu dini dan bertentangan dengan UUD 1945 pasal 4 ayat 1 dan 2, yang menyatakan dalam melakukan tugas dan kewajibannya presiden dibantu wapres.

"Saya kira Wapres menghormati dan saya yakin Pak JK tahu hal itu. Kebersamaan ini sampai 20 Oktober mendatang," kata SBY.

(lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads