Penyerahan sapu lidi dan tolak angin itu dilakukan oleh Koalisi Pemantau Peradilan di Gedung KY, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2009).
Secara simbolis perwakilan dari koalisi, Ilian Deta Sari, menyerahkannya ke Ketua KY Busyro Muqodas. "KY akan tetap terbuka dan akan tetap transparan. Silakan LSM mengawasi, masukan ini sangat berarti," jelas Busyro sesaat setelah menerima dengan senyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sapu lidi sebagai bentuk bahwa KY berperan sangat penting untuk membersihkan mafia peradilan, yang kedua tolak angin supaya KY tidak masuk angin. Banyak rumor yang beredar, seleksi hakim agung ada sponsor-sponsor tertentu," terang anggota koalisi lainnya Emerson Yuntho.
Selain 2 benda itu, KY juga menerima 2 amplop coklat yang berisi rekam jejak 25 calon hakim agung, dari total 35 calon hakim yang diseleksi.
"Dalam catatan kami hanya ada 3 calon hakim yang memiliki integritas," jelas Emerson.
(ndr/iy)











































