Seperti dilansir AFP, Selasa (6/10/2009), pemerintah setempat meminta penduduk desa di distrik Pingtung untuk meninggalkan rumahnya seiring topan besar yang sedang mengarah ke lokasi tempat tinggal mereka. Namun beberapa Kepala Keluarga (KK) malah menolak untuk mengungsi.
Sebagai gantinya, penduduk yang menolak mengungsi diminta menandatangani perjanjian yang isinya mereka harus bertanggung jawab atas keselamatan mereka sendiri. Mereka diminta tinggal sampai peringatan bahaya topan dibunyikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus mengungsi ketika diminta. Mereka akan dikenai denda," kata seorang staf Badan Pemadam Kebakaran Nasional.
Topan Parma semakin mendekati daratan, dengan membawa potensi hujan deras yang bisa menimbulkan longsor hebat di beberapa wilayah. Pemerintah Taiwan memutuskan untuk mengevakuasi lebih dari 6.000 penduduknya, Senin (5/10). Sebagian warga memang harus dipaksa untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
(nvc/nrl)










































