Pantauan detikcom di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Selasa (6/10/2009) pukul 00.15 WIB, masing-masing tim sukses sedang menggelar rapat internal untuk menduduki kursi pimpinan sidang. Bahkan, sempat terjadi tarik menarik antara kubu Aburizal Bakrie (Ical) dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang berada di bawah komando Jusuf Kalla.
"Selama ini tradisinya penentuan pimpinan sidang itu dipilih oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD-DPD). Tetapi kali ini tiba-tiba ingin ditunjuk oleh DPP. Ini menyalahi tradisi. Ini tidak boleh terjadi," ujar Ketua DPD Firman Subagyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir dalam rapat ini seluruh kekuatan Ical termasuk 2 rekannya di triple AAA (Agung dan Akbar). Rapat digelar di lantai II ruang sekretariat. Sementara JK menggelar rapat di lantai 8 bersama pengurus DPP lainnya.
Menghadapi dinamika tersebut, JK telah mengundang Ical untuk datang ke lantai 8. Awalnya, kubu Ical menyanggupi. Tetapi di tengah perjalanan mereka sepakat untuk memutuskan tidak memenuhi undangan JK karena tidak mau di-faith accompli.
"Daripada kita dipaksa mengikuti mereka, lebih baik kita tidak jadi," ujar salah seorang tim Ical.
Akhirnya, rombongan pimpinan ketua DPD dan beberapa pengurus DPP seperti Fadel Muhammad pun kembali ke ruang rapat untuk melanjutkan konsolidasi bersama Ical, Agung dan Akbar Tandjung. Sampai saat ini rapat masih berjalan tertutup.
(amd/nwk)











































