“Supaya nggak kalah dari Pak Andi Mattalatta,” kata JK saat mengawali
sambutannya di pembaukaan Munas VIII Golkar di Hotel Labersa, Senin(5/10/2009).
Setelah itu JK pun membacakan pantunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kumbang hinggap di bunga mawar
Kita datang ke Pekanbaru
Wujud kecintaan ke Partai Golkar
Pantun JK itu kontan disambut sorak sorai hadirin. Dari segi rima, pantun JK ini memang lebih padu dibanding pantun Andi Mattalatta.
Tak hanya di awal sambutan, serupa Andi, JK juga melantunkan pantun di
pertengahan menjelang akhir sambutan.
Akar beringin berjulur-julur
Burung merpati terbang di awan
Pilih pemimpin haruslah jujur
Jadi nahkoda untuk capai kemenangan
Lagi-lagi pantun JK ini mendapat sorak sorai dan tepuk tangan hadirin. Skor 2 sama untuk JK dan Andi. Namun JK bertekad untuk menang. Dia pun melanjutkan dengan pantun ketiganya.
Tanah Melayu kotanya Pekanbaru
Penuh baliho dan bendera
Golkar berkarya untuk maju
Demi mencapai Golkar yang jaya
Lagi, tepuk tangan dan sorak sorai memenuhi ruangan. Kali ini nada tawa hadirin agak lain. Selidik punya selidik, rupanya pantun Golkar menggunakan pilihan kata yang sama dengan jargon salah satu kandidat, yakni Aburizal Bakrie (Ical). Jargon yang banyak tercantum di baliho Ical adalah ‘Bangkit dan maju bersama Golkar.’
Mendengar tawa hadirin ini, JK pun lantas tanggap. Dia pun menceletuk. “Maju
bersama ya, jangan sendiri-sendiri,” seloroh JK yang dalam sambutannya memang banyak menyinggung soal persatuan itu. Kontan hadirin dibikin lanjut tertawa. Skor pun 3:2 untuk JK.
(sho/nwk)










































