"Saat ini untuk mengurangi efek tidak sehat dari jenazah yang terkubur dalam reruntuhan. Kami sudah menyemprotkan disinfektan ke 320 titik," kata Kepala Bidang Tanggap Darurat Depkes, Lucky Tjahyono, di Kantor Gubernur Provinsi Sumbar, Padang, Senin (5/10/2009).
Lucky menjelaskan, penyemprotan sebagian besar dilakukan di reruntuhan yang di dalamnya diduga terdapat jenazah yang belum terevakuasi.
"Ini untuk mencegah sejumlah penyakit menular yang bisa datang dari mayat yang membusuk. Misalnya tetanus," ujarnya.
Selain itu, kata Lucky, Depkes juga menyebarkan vaksin tetanus kepada korban gempa dan para relawan yang bertugas. Ia menambahkan, ancaman penyakit tidak hanya dari jenazah seperti tetanus, tetapi juga bisa berupa demam berdarah darah dan infeksi saluran pernafasan (ispa).
"Sanitasi yang buruk juga bisa menyebabkan korban terkena penyakit diare," pungkasnya.
(lrn/iy)











































