Demikian pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/10/2009). Rapat membahas persiapan rekontruksi dan rehabilitasi Sumbar-Jambi pasca gempa.
"Saya meminta sesering mungkin, seakurat dan sekomunikatif mungkin dengan para wartawan, baik dalam negeri maupun luar negeri," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan main-main dengan angka, apakah korban jiwa ataupun korban benda harus akurat. Kalau belum ya terus dilengkapi sehingga lebih akurat lagi," ujar SBY.
Sebagai contoh kasus, dia menyebut running text di CNN yang menyebut korban tewas dan hilang dalam gempa di Jambi mencapai 4 ribu orang. Padahal di dalam laporan terbaru Gubernur Jambi melaporkan korban tewas dan hilang kurang lebih 950 orang, dengan total jumlah korban luka berat, sedang dan ringan sekitar 2500 jiwa.
"Saya minta menteri terkait aktif, BNPB aktif cek darimana sumbernya. Kita tidak boleh menyiarkan berita yang tidak akurat, nanti membikin bingung masyarakat dan dunia," sambung SBY.
(lh/gah)











































